Jumat, 10 Mei 2024

Hallo, I'm back in 2024

Tangerang, 10 Mei 2024

Ya, aku sudah tidak bersama dengan seseorang yang ada didalam tulisan ku sebelumnya, sedari 2020.

Aku sempat lost contact dengannya beberapa tahun, dan kembali menjadi teman ditahun 2023.

He's good, dia sudah berubah jadi lelaki yang baik dan bisa menghargai pasangannya.

Kami berteman baik, kami sering berbagi cerita, pengalaman, pendapat, dan lain-lain.

Sempat sudah tidak mau tau tentangnya, bahkan sama sekali tidak mau mendengar namanya.

Tapi seiring berjalannya waktu aku bisa menerima, aku senang bisa berteman dengannya, dia seperti kakak bagiku.

Sangat berterimakasih kepada diri sendiri dan hati karena sudah bisa menerima lagi dan menghilangkan sakitnya.

Dan ya, aku kini sudah memiiki pasangan baru, akan aku tulis di tulisan selanjutnya, doakan kami selalu baik-baik saja.


-Anaaplv-

Minggu, 11 November 2018

Cinta Sebelum Pertemuan

Tangerang, 11 November 2018

Aku percaya  segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan. Aku juga percaya bahwa Tuhan telah menciptakanmu di suatu tempat. Meski saat ini Tuhan masih menyembunyikanmu dariku, aku akan dengan senang hati menunggu. Aku tahu kita sama-sama menunggu, meski belum pernah bertemu.

Jika waktumu sedang luang, coba bayangkan pertemuan kita kelak. Bagiku, membayangkannya saja sudah bisa membuat hatiku berdegup kencang. Sesekali aku seperti melihatmu dalam diri orang yang kutemui  di jalan. Ada kalanya aku iseng ingin bertanya pada mereka : "kamukah itu?", tapi nyaliku tak cukup besar untuk melakukannya.
Pada akhirnya, aku hanya duduk disini sendiri dan membayangkan pertemuan kita kelak. Jika saja kita bisa memesan takdir Tuhan, tentu aku ingin dibuatkan sebuah skenario yang romantis untuk kita berdua.

Selagi kita belum bertemu, kejarlah mimpimu dahulu, biar aku juga mengejar mimpiku. Aku mengerti hidup bukan hanya soal percintaan, masih banyak hal lain yang harus kita pikirkan. Mungkin saat ini mimpi-mimpi kita lebih penting untuk dikejar, mari kita berbahagia dengan cara kita sendiri-sendiri.
Tapi ingatlah satu hal, bahwa kita sudah disatukan bahkan sebelum pertemuan. Jadi tak perlu khawatir  kamu akan sendirian, karena aku ada disini, menunggumu entah sampai kapan.

Saat ini mungkin aku dan kamu hanya bisa menatap iri pada kemesraan orang-orang. Sambil hati kecil kita berbisik memohon kepada Tuhan agar segera dipertemukan. Suatu saat nanti kita bisa melakukan apa yang orang-orang lakukan.
Kita bisa duduk bersama sambil minum kopi, kita juga bisa menghabiskan malam minggu yang panjang. Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja. Meski entah kapan, kita pasti akan dipertemukan.
Terimakasih kepadamu, Vian.
 
 -Anaaplv-